ABZ Thinking: Cara Memulai Sesuatu Tanpa Harus Mengetahui Seluruh Perjalanan Hidup
ABZ Thinking: Cara Memulai Sesuatu Tanpa Harus Mengetahui Seluruh Perjalanan Hidup
April 17, 2026

ABZ Thinking: Cara Memulai Sesuatu Tanpa Harus Mengetahui Seluruh Perjalanan Hidup

Ada satu alasan kenapa banyak orang tidak pernah benar-benar memulai sesuatu.

Bukan karena mereka malas.
Bukan karena mereka tidak punya ide.
Dan sering kali juga bukan karena mereka tidak mampu.

Masalahnya jauh lebih mendasar.

Mereka mencoba memikirkan seluruh perjalanan sekaligus.

Ketika seseorang ingin memulai bisnis, misalnya, yang langsung muncul di kepala sering kali bukan langkah pertama. Yang muncul justru hal-hal besar seperti:

Bagaimana skalanya nanti?
Berapa omzetnya lima tahun ke depan?
Bagaimana membangun tim?
Bagaimana bersaing dengan kompetitor besar?

Semua pertanyaan itu memang penting. Tetapi ada satu masalah kecil: semuanya terlalu jauh dari titik kita berdiri sekarang.

Akibatnya, yang terjadi bukan perencanaan.

Yang terjadi adalah overthinking.

Dan dari luar, kelihatannya seperti tidak ada progres sama sekali.

Di sinilah sebuah cara berpikir yang berbeda bisa membantu.

Saya menyebutnya: ABZ Thinking.

Bayangkan kita sedang berada di halte TransJakarta.

Titik A adalah tempat kita berdiri sekarang.
Titik Z adalah tujuan akhir kita.

Masalahnya, dalam perjalanan yang cukup jauh, kita hampir tidak pernah tahu seluruh detail perjalanan.

Kita mungkin tidak tahu:
harus transit di halte mana,
harus ganti bus nomor berapa,
berapa lama total perjalanan,
atau rute mana yang paling cepat.

Namun menariknya, ketidaktahuan itu jarang sekali membuat kita batal berangkat.

Kenapa?

Karena kita biasanya tidak memikirkan perjalanan dari A sampai Z sekaligus.

Kita hanya memikirkan satu hal:

Dari A, bagaimana caranya sampai ke B?

Ketika kita berada di halte, kita mungkin melakukan beberapa hal.

Kita bertanya kepada petugas halte.
Kita membuka Google Maps.
Atau kita mencari informasi di internet.

Begitu kita tahu cara mencapai titik B, kita naik bus dan berangkat.

Setelah sampai di B, barulah kita berpikir lagi.

Dari B ke C bagaimana?

Lalu dari C ke D.

Dan tanpa kita sadari, perjalanan yang awalnya terasa panjang akhirnya bisa dilalui langkah demi langkah.

Sampai suatu saat kita tiba di Z.

Masalahnya, dalam banyak hal di kehidupan, kita sering melakukan kebalikannya.

Ketika ingin memulai sesuatu, kita mencoba memetakan semuanya sekaligus.

A ke B.
B ke C.
C ke D.
Sampai Z.

Kita ingin tahu seluruh rutenya.
Kita ingin semua ketidakpastian hilang.
Kita ingin semuanya terasa aman sebelum bergerak.

Padahal kehidupan jarang bekerja seperti itu.

Dalam banyak kasus, kejelasan justru muncul setelah kita bergerak.

Bukan sebelumnya.

Ada alasan psikologis kenapa memikirkan titik Z sering membuat kita tidak bergerak.

Ketika tujuan terasa sangat jauh, otak kita mulai menganggapnya sebagai sesuatu yang terlalu kompleks, terlalu berisiko, dan terlalu sulit dicapai.

Dan ketika sesuatu terasa terlalu besar, respons alami manusia sering kali adalah menunda.

Bukan karena kita tidak peduli.

Tapi karena otak kita mencoba menghindari ketidakpastian yang terlalu besar.

Sebaliknya, langkah berikutnya terasa jauh lebih realistis.

Dari A ke B terasa masuk akal.

Dari A ke Z terasa menakutkan.

Pendekatan ABZ ini sebenarnya bisa diterapkan hampir di semua hal.

Jika kamu ingin memulai bisnis, jangan langsung memikirkan bagaimana bisnis itu akan terlihat lima tahun ke depan.

Mulailah dengan pertanyaan yang lebih dekat dengan kondisi sekarang:
Apa langkah pertama yang bisa saya lakukan minggu ini?

Jika kamu ingin membangun kebiasaan baru, tidak perlu langsung membayangkan perubahan besar dalam hidupmu.

Mulailah dengan sesuatu yang kecil.
Mungkin hanya berjalan kaki sepuluh menit besok pagi.

Jika kamu ingin mengerjakan sebuah proyek, jangan menunggu semuanya sempurna.

Mulailah dengan versi paling dasar yang bisa kamu kerjakan hari ini.

Jika kita melihat ke belakang, banyak perjalanan besar sebenarnya dimulai dari langkah yang terlihat sangat kecil.

Sebuah perusahaan besar mungkin dimulai dari satu ide.
Sebuah kebiasaan sehat mungkin dimulai dari satu keputusan kecil.
Sebuah karier panjang mungkin dimulai dari satu kesempatan pertama.

Ketika kita berada di awal perjalanan, langkah itu sering terasa tidak signifikan.

Tetapi ketika langkah-langkah itu terus berlanjut, mereka perlahan membentuk sesuatu yang jauh lebih besar.

Banyak orang menunggu sampai semuanya jelas sebelum mulai.

Padahal dalam banyak perjalanan hidup, kejelasan tidak datang di awal.

Kejelasan muncul di tengah perjalanan.

Ketika kita bergerak.
Ketika kita mencoba.
Ketika kita belajar dari setiap titik yang kita lewati.

Mungkin hidup memang tidak menuntut kita mengetahui seluruh rute dari A sampai Z.

Mungkin yang benar-benar kita butuhkan hanya satu hal:

Mengetahui langkah berikutnya.

Dari A…

ke B.