Rumus L=(E)(C)(P)
Pernah ketemu orang yang kelihatannya selalu berada di tempat yang tepat?
Mereka bertemu partner bisnis yang tepat. Menemukan ide di waktu yang pas. Kenal orang yang mengubah hidupnya. Masuk pasar beberapa bulan sebelum tren meledak.
Dari luar, semuanya terlihat seperti sihir.
Orang biasanya berkata:
"Dia mah emang beruntung."
Lalu percakapan selesai di sana.
Karena ketika sesuatu diberi label "keberuntungan", otak kita diam-diam menganggap itu sebagai sesuatu yang berada di luar kendali. Sesuatu yang datang dari langit. Sesuatu yang hanya mampir ke orang-orang tertentu.
Tapi bagaimana kalau selama ini kita melihatnya dari arah yang salah?
Bagaimana kalau keberuntungan bukan hujan yang menunggu turun?
Bagaimana kalau keberuntungan lebih mirip magnet?
Dan magnet itu bisa diperbesar.
Di sini muncul sebuah model sederhana:
L=(E)(C)(P)
L = Luck
E = Exposure (Paparan terhadap dunia)
C = Connections (Koneksi dengan orang dan ide)
P = Pattern Recognition (Kemampuan melihat pola)
Hal yang menarik dari rumus ini bukan variabelnya.
Hal yang menarik adalah bentuknya.
Ini perkalian.
Bukan penjumlahan.
Karena jika satu bagian mendekati nol, semuanya ikut runtuh.
Bayangkan:
Exposure = 100
Connections = 100
Pattern Recognition = 0
Maka hasilnya:
100 × 100 × 0 = 0
Kamu bisa bertemu ribuan orang, membaca ratusan buku, dan mencoba banyak hal.
Tapi jika tidak mampu melihat hubungan di antara semuanya, peluang lewat begitu saja.
Dan hal yang sama berlaku sebaliknya.
Kamu bisa sangat cerdas, sangat berbakat, tetapi jika hidupmu hanya berputar di ruangan yang sama setiap hari, dunia tidak punya cukup kesempatan untuk bertabrakan denganmu.
E = Exposure: Keluar dari Algoritma Hidupmu
Masalah banyak orang hari ini bukan kurang informasi.
Masalahnya justru sebaliknya.
Terlalu banyak informasi, tetapi terlalu sedikit variasi.
Kita bangun pagi.
Membuka aplikasi yang sama.
Melihat orang yang sama.
Membaca topik yang sama.
Mengikuti pola yang sama.
Diam-diam hidup berubah menjadi algoritma.
Dan algoritma punya sifat unik:
Ia terus menunjukkan lebih banyak hal yang sudah kita sukai.
Terdengar nyaman.
Tapi ada efek sampingnya.
Peluang baru sering datang dari sesuatu yang sebelumnya tidak kita cari.
Ide besar jarang muncul dari mengulang hal yang sama seratus kali.
Kadang ia muncul dari tabrakan kecil yang tidak direncanakan.
Dari satu buku yang tidak berhubungan.
Dari satu obrolan acak.
Dari satu video yang nyasar ke beranda.
Karena itu mungkin pertanyaannya bukan:
"Apa yang ingin saya cari?"
Mungkin pertanyaannya:
"Seberapa sering saya membiarkan dunia mengejutkan saya?"
Karena hidup yang bisa diprediksi seratus persen perlahan membunuh kemungkinan baru.
---
C = Connections: Keberuntungan Sering Memakai Wajah Orang Lain
Banyak orang membayangkan koneksi sebagai sesuatu yang transaksional.
"Siapa yang bisa membantu saya?"
Padahal mungkin definisi yang lebih menarik adalah:
"Berapa banyak pintu yang bahkan belum saya ketahui keberadaannya?"
Kita sering membayangkan peluang datang sebagai objek.
Padahal sering kali peluang datang sebagai manusia.
Seseorang memperkenalkanmu pada seseorang.
Lalu orang itu mengenalkanmu pada ide.
Lalu ide itu mempertemukanmu dengan proyek.
Lalu proyek itu mengubah hidupmu.
Jika ditarik mundur, titik awalnya mungkin hanya satu percakapan sederhana.
Ironisnya, banyak perubahan besar dalam hidup dimulai dari interaksi yang pada saat itu terlihat kecil.
---
P = Pattern Recognition: Kemampuan yang Terlihat Seperti Sihir
Di sinilah bagian paling menarik.
Karena dua orang bisa melihat dunia yang sama dan mendapatkan hasil yang sangat berbeda.
Orang pertama melihat:
AI
kopi
konten
Selesai.
Orang kedua melihat:
AI + kopi + konten
Lalu muncul ide:
"Bagaimana kalau ada media kopi yang menggabungkan teknologi otomatis dan kurasi konten niche?"
Informasinya sama.
Dunianya sama.
Yang berbeda hanya cara menghubungkan titik-titiknya.
Banyak orang menganggap ini sebagai bakat.
Padahal sering kali itu hasil dari paparan yang luas.
Semakin banyak hal berbeda yang masuk ke kepala kita, semakin banyak titik yang tersedia untuk disambungkan.
Dan ketika titik-titik itu mulai terhubung, dari luar terlihat seperti sihir.
Orang lain menyebutnya:
"Wah, beruntung banget."
Padahal mungkin yang mereka lihat hanyalah pola yang tidak terlihat oleh orang lain.
---
Penutup
Kita sering berpikir orang beruntung memiliki kehidupan yang berbeda.
Mungkin kenyataannya terbalik.
Mereka tidak selalu hidup di dunia yang berbeda.
Mereka hanya menciptakan lebih banyak tabrakan dengan dunia.
Mereka bertemu lebih banyak hal.
Mengenal lebih banyak orang.
Menghubungkan lebih banyak titik.
Dan semakin sering tabrakan itu terjadi, semakin hidup mulai terlihat seperti keajaiban.
Padahal mungkin itu bukan keajaiban.
Mungkin itu hanya matematika yang sedang bekerja.