Kita sering mendengar quote:
"Your network is your net worth."
Kalimat ini terdengar sederhana.
Semakin bagus orang-orang di sekitar kita, semakin besar peluang kita berkembang.
Dan sebenarnya ada alasan kuat kenapa kalimat ini masuk akal.
Karena manusia adalah produk dari lingkungan terdekatnya.
---
Tanpa sadar, kita menyerap cara berpikir, standar, dan kebiasaan dari orang-orang yang paling sering berada di sekitar kita.
Lingkungan kita memengaruhi:
Bagaimana kita melihat uang.
Bagaimana kita menghadapi risiko.
Apa yang kita anggap mungkin.
Bahkan seberapa besar mimpi yang berani kita kejar.
---
Kalau setiap hari kita berada di lingkungan yang hanya membicarakan cara bertahan hidup, perlahan itu menjadi batas dunia kita.
Tapi ketika kita berada di lingkungan yang terbiasa membangun sesuatu, mencari peluang, dan berpikir lebih besar, standar kita ikut berubah.
Bukan karena orang-orang itu memberikan kesuksesan kepada kita.
Tapi karena mereka memperluas kemungkinan yang bisa kita bayangkan.
---
Namun ada satu masalah.
Banyak orang memahami networking dengan cara yang salah.
Mereka berpikir:
"Kalau saya hadir di banyak networking event, saya akan punya network yang kuat."
---
Padahal kenyataannya?
Banyak networking event justru terasa seperti ruangan penuh orang yang sedang melakukan presentasi pribadi.
Seseorang menceritakan pencapaiannya.
Yang lain menjelaskan bisnisnya.
Yang lain menunjukkan portofolio dan koneksinya.
---
Semua orang sibuk membuktikan:
"Lihat, saya punya value."
Tapi hanya sedikit yang bertanya:
"Value apa yang bisa saya berikan kepada orang lain?"
---
Dan di situlah paradoks networking modern terjadi.
Semua orang ingin terlihat menarik.
Tapi sedikit yang benar-benar tertarik.
---
Networking yang kuat bukan dibangun dari jumlah kartu nama yang kita kumpulkan.
Tapi dari kualitas hubungan yang kita bangun.
Karena satu koneksi yang tepat bisa mengubah arah hidup.
Sementara ratusan koneksi yang dangkal hanya menjadi daftar kontak yang tidak pernah digunakan.
---
Itulah kenapa ada dua skill penting dalam membangun network.
---
Skill Pertama: Filtering
Orang yang efektif dalam networking bukan orang yang menghadiri semua kesempatan.
Mereka justru ahli memilih kesempatan mana yang layak mendapatkan waktu mereka.
---
Sebelum datang ke sebuah event, tanyakan:
Apakah orang-orang di ruangan ini adalah tipe orang yang ingin saya temui beberapa tahun ke depan?
Apakah topik yang dibahas sesuai dengan arah karier atau tujuan hidup saya?
Apakah peserta di sana benar-benar praktisi yang sedang membangun sesuatu?
---
Karena setiap event sebenarnya adalah sebuah keputusan:
"Apakah saya ingin lingkungan ini ikut membentuk saya?"
Tidak semua ruangan harus kita masuki.
---
Tapi memilih ruangan yang tepat saja belum cukup.
Karena setelah masuk ke ruangan tersebut, muncul pertanyaan berikutnya:
"Apakah orang lain ingin mengenal kita?"
---
Skill Kedua: Self Presentation
Banyak orang mengira networking adalah kesempatan untuk menjelaskan betapa hebatnya mereka.
Padahal manusia jarang mengingat daftar pencapaian.
Mereka mengingat bagaimana mereka merasa setelah berbicara dengan kita.
---
Ada kisah menarik yang diceritakan Dale Carnegie.
Setelah makan malam dengan William Ewart Gladstone, seseorang mungkin berpikir:
"Saya baru saja makan malam dengan orang terpintar di Inggris."
---
Namun setelah makan malam dengan Benjamin Disraeli, orang tersebut mungkin merasa:
"Saya adalah orang terpintar di Inggris."
---
Itulah perbedaan antara seseorang yang ingin menunjukkan dirinya hebat dan seseorang yang membuat orang lain merasa dihargai.
---
Karena itu, dalam networking:
Jangan masuk dengan mindset:
"Apa yang bisa saya dapat?"
Mulailah dengan:
"Apa yang bisa saya pelajari?"
"Apa yang bisa saya berikan?"
"Apa yang membuat orang ini menarik?"
---
Percakapan yang bagus biasanya bukan dimulai dari menjelaskan diri kita.
Tapi dari rasa ingin tahu.
---
Hal kecil juga punya pengaruh besar.
Cara kita berdiri.
Cara kita melakukan kontak mata.
Kecepatan berbicara.
Apakah kita benar-benar mendengarkan atau hanya menunggu giliran bicara.
---
Bahkan hal sederhana seperti tidak sibuk dengan HP, makanan, atau minuman bisa membuat kita jauh lebih mudah didekati.
Karena sering kali orang tidak menjauh karena kita tidak menarik.
Mereka menjauh karena kita terlihat tidak tersedia.
---
Pada akhirnya:
Your network is your net worth.
Tapi kalimat ini bukan berarti:
"Kenali orang kaya, lalu hidupmu akan berubah."
---
Maknanya lebih dalam.
Lingkungan membentuk diri kita.
Tapi sebelum mencari network yang bernilai, kita juga harus menjadi seseorang yang punya nilai.
---
Karena network terbaik bukan hanya tentang siapa yang kita kenal.
Tapi tentang siapa kita ketika orang lain mengenal kita.